Choose the categories.!

Sunday, 10 June 2012


Titik


Sebuah titik dalam sebuah garis tidak akan pernah terlihat
Dia akan hilang dalam kumpulan titik-titik yang lain
Dia akan kehilangan bentuk dasarnya sebagai sebuah titik
Tak akan ada satu orang pun yang menganggapnya sebagai sebuah titik

Dan aku benci menjadi sebuah titik yang berada di tengah
Aku benci menjadi sebuah titik dalam sebuah garis
Aku benci menjadi penghubung titik-titik yang lain
Aku benci menjadi sebuah titik yang tidak terlihat

Aku ingin keluar dari kumpulan titik-titik tersebut
Aku ingin berdiri sendiri menjadi sebuah titik
Lepas dari ikatan yang lain
Karena aku adalah sebuah titik


Thursday, 31 May 2012

Lirik Lagu




Ku Istimewa

Dunia boleh katakan ku tak berarti
Dunia boleh katakan ku bukan siapa-siapa
Tapi ku hanya dengar apa kata Yesus
Dia katakan ku istimewa
Ku istimewa
Karena aku milikNya
Ku istimewa berharga di mataNya
Ku istimewa
Yesus mengasihiku
Dia lahir dalam hatiku
Dan jadikan ku
ISTIMEWA :)



 

Sunday, 25 March 2012

Lomba Essay


Selamat Tinggal Korupsi


            Menurut data indek korupsi tahun 2009, Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara terkorup di ASEAN dan itu terus mengalami peningkatan sampai sekarang. Hal tersebut bukan merupakan suatu prestasi yang patut untuk dibanggakan oleh kita bangsa Indonesia. Data yang ditampilkan ini mungkin sangat mencengangkan bagi kita masyarakat Indonesia. Bagaimana ini bisa terjadi? dan Apakah permasalahan ini bisa terselesaikan? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas di dalam pikiran kita sebagai masyarakat Indonesia. Tetapi tak seorang pun mampu menjawab pertanyaan ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh sebagian orang yang berusaha untuk menutup mata batin mereka untuk melihat persoalan ini. Sangat ironis memang tetapi ini adalah sebuah kenyataan yang sedang dihadapi oleh bangsa kita, Indonesia.
            Korupsi dapat diumpamakan seperti sebuah kisah sinetron yang terkadang membuat kita kesal, marah, sedih, bahkan tertawa sendiri melihat tingkah laku orang yang memainkan peran didalamnya. Seolah-olah para “aktor-aktor handal” dalam kisah tersebut berusaha untuk berakting dengan baik untuk membohongi masyarakat yang menoton mereka. Para koruptor tersebut berusaha untuk menyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak bersalah. Mereka dengan segala tipu dayanya berusaha untuk menutupi fakta-fakta yang ada. Apakah masyarakat akan percaya dengan perkataan mereka? Tentu saja tidak. Seperti sebuah kisah sinetron, masyarakat sudah mengetahui bahwa para koruptor tersebut sedang berakting dan berbohong untuk menutupi kenyataan yang ada. Semua itu seolah-olah telah menjadi rahasia umum yang tidak perlu diragukan lagi.
            Para koruptor tersebut seakan-akan tidak mempunyai rasa malu, mengambil apa yang bukan menjadi haknya. Mereka dengan sesuka hati merampas hak yang seharusnya dapat dinikmati oleh para warga miskin. Semua itu mereka lakukan untuk memperkaya diri mereka sendiri. Dimanakah hati nurani mereka melihat warga miskin yang harus berjuang untuk makan tetapi mereka bersenang-senang dan menikmati apa yang menjadi hak warga miskin tersebut. Para koruptor tersebut seolah-olah sedang menjajah bahkan menjatuhkan nama baik bangsanya sendiri. Mereka bukanlah manusia, karena mereka tidak bisa merasakan kepedihan dan keprihatin terhadap masyarakat yang kurang mampu tersebut. Mereka semua seharusnya mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatan mereka.
            Perilaku Korupsi seakan-akan telah menunjukkan sudah tidak adanya moral sosial bangsa ini. Korupsi telah membuat penderitaan yang menuju pada kehancuran bagi bangsa Indonesia. Dengan berjamurnya kasus korupsi di negara kita, hal ini sangat berakibat fatal bagi demokrasi bangsa Indonesia. Banyak oknum-oknum politik yang memanfaatkan peluang melalui kasus korupsi ini. Mereka bermaksud untuk memperoleh kekuasaan dengan menjatuhkan pihak lawannya dan memprovokasikan masyarakat. Semuanya hanya demi kepentingan politik semata bukan kepentingan bangsa ini yang berusaha untuk dicari. Inilah yang seharusnya menjadi pusat perhatian bagi bangsa kita sekarang ini bahwa demokrasi negara kita sudah tidak pada tempatnya lagi dengan adanya kasus korupsi ini. Demokrasi bangsa kita sudah tidak ada pada posisi kesetimbangannya. Saat inilah diperlukan sebuah reformasi melalui kita generasi muda Indonesia.
            Banyak kasus-kasus korupsi yang mulai terungkap, dimulai dari kasus kelas teri sampai kasus yang menyeret para pejabat-pejabat lembaga tinggi negara ini. Semuanya satu per satu mulai terungkap di muka umum. Seakan-akan hukum berusaha untuk “menelanjangi” perbuatan para koruptor yang tidak mempunyai perasaan itu. Sekarang kita mulai dapat merasakan kekuatan hukum yang mulai bangkit kembali. Kita dapat melihat bahwa hukum di negara kita masih bisa di tegakkan disamping permasalahan korupsi yang terus-menerus meningkat. Hukum berusaha untuk mengkikis permasalahan korupsi ini sampai ke akar-akarnya.
             Beberapa upaya memang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memberantas kasus korupsi ini, tapi semuanya belum selesai begitu saja. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan dan itu terletak di tangan kita generasi muda Indonesia. Kita tahu dengan dimulainya penyelesaian kasus korupsi ini, ada satu masalah yang menunggu di depan kita. Masalah yang sangat besar ini adalah mengenai demokrasi negara kita. Demokrasi negara kita yang telah diguncangkan dengan adanya kasus korupsi ini. Demokrasi negara kita telah disalahgunakan oleh segelintir orang yang mencari kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari kasus korupsi ini. Sebagai generasi muda, kita harus menata kembali demokrasi negara kita yang telah dihancurkan oleh korupsi tersebut. Kita harus kembali memperbaiki dan kembali membangun fondasi yang kuat bagi negara kita. Sebuah reformasi harus segera dimulai pada bangsa ini sehingga menumbuhkan spirit bangsa yang anti korupsi. Reformasi demokrasi ini harus dimulai baik dalam lingkungan kecil hingga lingkungan besar sekelas pemerintahan. Itu semua dapat dilakukan oleh kita generasi muda Indonesia.
            Negara kita telah mengalami banyak penderitaan karena ulah segelintir orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Mereka melakukan perbuatan yang sangat merugikan baik bagi bangsa ini maupun bagi masyarakatnya. Koruptor-koruptor tersebut tanpa memiliki rasa malu mengambil apa yang bukan menjadi haknya. Sudah seharusnya kita sebagai generasi muda berjuang memerangi mereka untuk menjauhkan korupsi dari negara kita. Sebuah reformasi demokrasi perlu dilakukan pada negara ini melalui generasi mudanya. Perbaikan di dalam demokrasi negara kita harus segera diwujudkan oleh pemuda Indonesia. Hingga akhirnya sebagai pemuda pemudi bangsa Indonesia kita mampu dengan bangga mengatakan “selamat tinggal korupsi”.





Wednesday, 18 January 2012

Renungan Rohani


GOD’S PLAN

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8–9)
            Banyak hal yang kita rencanakan dalam hidup kita tetapi sering kali hal tersebut tidak dapat terjadi. Tetapi justru hal yang tidak kita duga yang terjadi. Hal tersebut seringkali membuat kita sedih dan kecewa. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ??? Jawabannya ada pada Yesaya 55 : 8-9. Kita seringkali menyamakan kehendak kita, ambisi kita, nafsu kita sebagai kehendak Tuhan. Kita lupa dengan isi hati-Nya Tuhan dan terlalu terjebak dengan cara pikir kita sebagai manusia.
            Tuhan mempunyai rancangan yang jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. Rancangan tersebut seringkali meleset dari yang kita bayangkan. Tapi percayalah, setiap rancangan yang Tuhan kasih dalam hidup kita adalah rancangan yang jauh lebih tinggi dari yang kita bayangkan. Rencana Tuhan bukan rencana kita, tapi kita dapat mengetahui rancana-Nya. Untuk memahami kehendak dan rencana Tuhan dalam hidup kita, kita harus rajin membaca Alkitab dan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Dengan melakukan hal tersebut, kita akan memahami dan mengetahui isi hati-Nya Tuhan dalam hidup kita. Kita juga harus belajar dari seorang Yusuf yang banyak mengalami rencana Tuhan dalam hidupnya, ada 3 hal yang dapat kita pelajari yaitu:
1.      Pit → lubang
Dalam hidup kita pasti sering mengalami masalah,tetapi jangan pernah menyerah dengan segala persoalan tersebut. Lewati setiap masalah (lubang) tersebut dengan menyerahkannya pada Tuhan.
2.      Pot → pembentukkan
Hidup kita akan dibentuk oleh Tuhan melalui setiap proses yang diberikan-Nya kepada kita.
3.      Put → indah pada waktunya
Tunggu setiap proses yang terjadi dalam hidup kita, karena semuanya itu akan indah pada waktu-Nya. Itulah janji Tuhan dalam hidup kita.
            Setiap detik dalam hidup kita adalah rencana Tuhan.  Nikmatin dan ikutin setiap proses yang boleh Tuhan kasih di dalam hidup kita. Dalam setiap proses tersebut kita harus faith, fight, and focus.  Ketiga hal tersebut akan memaksimalkan hidup kita. Pekerjaan Tuhan harus dinyatakan dalam hidup kita.
            Jadi, serahkan hidupmu pada Tuhan biarkan Dia yang memproses hidup kita.  Karena Dia mempunyai rencana yang sangat  indah dalam hidup kita. Tuhan memberkati J…………..


Sunday, 8 January 2012

Essay HAN


Peran Hukum Administrasi Negara dalam Menciptakan Pemerintahan yang Mensejahteraan Negara


            Pada umumnya setiap negara ingin menciptakan pemerintahan yang mensejahterakan negaranya masing-masing. Hal ini merupakan tujuan dari dibentuknya sebuah negara. Berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah negara yang bersangkutan untuk mencapai kesejahteraan tersebut. Kesejahteraan suatu negara akan berdampak besar bagi kehidupan masyarakatnya. Hukum Administrasi Negara mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi terwujudnya kesejahteraan negara. Hukum Administrasi Negara menjelaskan bagaimana peran pejabat administrasi negara dalam menciptakan pemerintahan yang mensejahterakan negara. Dalam hal ini diperlukan pembaharuan dalam sistem pemerintahan negara terutama yang berkaitan dengan fungsi dari lembaga-lembaga negara yang bersangkutan.
            Suatu negara memiliki susunan lembaga negara yang berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lain. Indonesia menganut teori triaspolitika dalam susunan lembaga kenegaraannya. Dalam teori ini, lembaga-lembaga negara dibagi dalam tiga bagian yang terdiri dari lembaga eksekutif, lembaga legislatif, dan lembaga yudikatif. Masing-masing lembaga negara tersebut mempunyai peran dan tugas yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Namun seringkali terjadi antara lembaga negara yang satu dengan lembaga negara yang lain kehilangan fungsi dari masing-masing lembaga negara tersebut. Oleh karena itu setiap lembaga-lembaga negara tersebut perlu dioptimalkan fungsinya dalam kehidupan bernegara. Dalam hal ini, sangat diperlukan peran dari Hukum Administrasi Negara dalam  mengatur setiap fungsi dari masing-masing lembaga–lembaga negara tersebut.
            Diperlukan sikap aktif dari pemerintah dalam penyelenggaraan keputusan umum, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi dari lembaga negara tersebut. Turut sertanya pemerintah dalam segi kehidupan sosial membawa dampak positif bagi terciptanya pemerintahan yang mensejahterakan negara. Dalam hal ini diperlukan kemerdekaan bertindak atas inisiatif sendiri yang berasal dari pemerintah yang disebut Freies Ermessen.  Dengan diberikannya Freies Ermessren, pejabat administrasi negara atau pemerintah dapat melakukan perluasan bagi fungsi dari masing-masing lembaga negara tersebut. Freies Ermessen merupakan salah satu kewenangan yang diberikan kepada pemerintah agar dapat menciptakan kesejahteraan bagi negaranya. Salah satu contoh dari Freies Ermessen tersebut adalah peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menertibkan pedang kaki lima. Ini merupakan salah upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka pelayanan publik untuk kesejahteraan negara. Dalam hal ini, jelaslah peranan dari Hukum Administrasi Negara dalam mengatur penggunaan wewenang pejabat administrasi negara tersebut.
            Kesejahteraan negara yang ingin diciptakan oleh pemerintah adalah kesejahteraan dalam segala aspek yang terkandung dalam negara. Pemerintah ingin menciptakan negara yang aktif dan pemerintahan yang memiliki kebebasan dalam bertindak. Dengan adanya unsur-unsur tersebut maka akan tercipta pemerintahan yang mensejahterakan negara. Kesejahteraan negara  sangatlah berdampak bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari peran Hukum Administrasi Negara dalam menciptakan pemerintahan yang mensejahterakan negara. Hukum Administrasi Negara memilki peran dalam mengatur dan membatasi setiap kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Jika tidak adanya peranan hukum Administrasi Negara dalam hal ini, bukan kesejahteraan yang akan tercipta tetapi pemerintahan yang otoriter dan kesenggaraan bagi masyarakat. Oleh karena itu, peran hukum Administrasi Negara sangatlah penting.  
            Setiap negara mempunyai lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahannya. Lembaga-lembaga negara tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Lembaga-lembaga negara tersebut perlu dioptimalkan fungsinya, karena sering kali pendekatannya lebih kepada lembaga daripada kepada fungsinya. Dalam hal ini diperlukan sikap aktif dari pemerintah yang merupakan salah satu cara utuk mengoptimalkan fungsi lembaga negara tersebut, yang dapat berupa kemerdekaan bertindak sendiri yang disebut Freies Ermessen. Disinilah diperlukan peran dari Hukum Administrasi Negara yang mengatur dan membatasi wewenang yang dimiliki oleh pemerintah atau pejabat administrasi negara tersebut. Peran Hukum Administrasi Negara sangatlah penting, karena apabila tidak ada akan mengakibatkan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi, sangat jelas bagaimana pentingnya peran hukum Administrasi Negara dalam menciptakan pemerintahan yang mensejahterakan negara.



Saturday, 5 November 2011

Contoh Essay (Buruknya Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Miskin)

            Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua umat manusia tanpa membedakan status sosialnya. Jika seseorang sakit, dia tidak akan mampu melaksanakan berbagai tugas dan kewajibannya. Hal tersebut akan berdampak bagi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Oleh karena itu, semua orang berlomba-lomba menjaga kesehatan mereka. Tapi sayang sekali, penyakit sering tiba-tiba datang dalam kehidupan manusia. Bagi orang yang mampu, mereka dapat dengan mudah memperoleh perawatan atau pengobatan dengan biaya mereka sendiri. Tetapi, bagaimana dengan nasib warga miskin? Bagi mereka kesehatan adalah hal yang sangat mahal. Apabila mereka terkena penyakit, hal tersebut merupakan hal yang sangat menakutkan. Mereka akan sangat sulit untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit tersebut karena buruknya pelayanan kesehatan di negara kita terutama bagi golongan seperti mereka.

          Bagi warga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan adalah hal yang sangat sulit. Mereka harus memenuhi berbagai macam syarat yang ditentukan oleh pihak  rumah sakit. Syarat-syarat tersebut menjadi alat untuk mempersulit pasien dari warga miskin untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit terlalu mementingkan syarat daripada pelayanan yang diberikan.

          Pasien kalangan kurang mampu seringkali mendapat perlakuan yang berbeda dari pihak rumah sakit. Mereka dijadikan pasien kelas dua. Pihak rumah sakit lebih mendahulukan pasien yang memiliki uang daripada pasien yang menggunakan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Walaupun mereka dalam keadaan sekarat, mereka harus rela menunggu setelah pasien yang mimiliki uang tersebut. Diskriminasi dalam hal pelayanan inilah yang membuat masyarakat kecewa dengan kinerja pemerintah khususnya di bidang kesehatan.

          Upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga miskin melalui Jamkesmas masih belum dapat terealisasi dengan baik. Banyak pasien pengguna Jamkesmas masih saja dipersulit dengan urusan administrasi. Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus dalam menangani masalah ini. Hal ini karena kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Negara wajib memberikan jaminan kesehatan kepada warganya, termaksuk warga miskin.

          Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin masih belum dapat dirasakan. Masyarakat golongan miskin seringkali tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Mereka harus dihadapkan dengan berbagai syarat yang mempersulit. Ditambah lagi dengan sikap diskriminasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Dalam hal ini, pemerintah perlu meninjau kembali kinerja rumah sakit khususnya dalam pelayanan terhadap warga kurang mampu.    

   


Mengenal Antropologi Budaya


1.  Pencak Silat Ular
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Pencak Ular membahas aspek kesenian tradisional yang berasal dari daerah Garut Kecamatan Samarang. Pencak ular ini tidak jauh berbeda dengan kesenian pencak silat pada umumnya. Hanya saja selain mendemostrasikan jurus-jurus silat, sang pesilat juga membawa ular berbisa dalam antraksinya. Kelebihan lainnya ialah pesilat bisa menjinakan ular-ular tersebut bahkan kebal terhadap gigitan.
       Pencak silat ular ini khususnya membahas mengenai seni bela diri yang digabungkan dengan seni tari. Pesilat mampu menggabungkan dua kesenian yang saling bertolak belakang ke dalam sebuah penampilan yang sangat mengagumkan. Dalam pertunjukkan mampu menampilkan sebuah kebudayaan yang telah berakar dalam masyarakat Garut yaitu seni pencak silat, yang kemudian di kembangkan kembali menjadi Pencak Ular.
2.   Aspek Visual
       Visualisasi di dalam video tersebut cukup bagus. Di dalam video di gambarkan bagaimana interaksi antara pembuat film dengan masyarakat setempat. Mereka ikut bergabung dalam pertunjukan Pencak Silat Ular tersebut. Pengambilan gambar dalam video tersebut pun sangat baik. Penonton sudah cukup dapat merasakan kebudayaan yang diangkat oleh anggota kelompok tersebut.
       Tetapi masih ada kekurangannya, seperti belum adanya penjelasan mengenai asal usul Pencak Silat Ular tersebut. Masih ada kebingungan dalam pikiran orang yang menonton film tersebut, penonton belum mengetahui apa sebenarnya Pencak Silat Ular tersebut. Dalam video tersebut belum mengambarkan suasana yang sesungguhnya dalam pertunjukan Pencak Silat Ular. Pertunjukan masih dilaksanakan pada lokasi yang seadanya, yaitu di depan pekarangan rumah penduduk. Warga bulum turut serta dalam pertunjukan tersebut.
3.   Kesimpulan
       Vidio yang diambil oleh kelompok ini sudah cukup menggambarkan kebudayaan yang berkembang di daerah Garut. Kelompok ini mampu memberikan pengetahuan yang baru bagi para penonton, karena belum pernah ada yang melakukan pencak silat dengan ular. Ini merupakan suatu yang baru dan sangat mengesankan para penonton. Walaupun masih terdapat kekurangan dalam pembuatan filmnya, seperti kurangnya penjelasan tentang isi kebudayaan yang dibahas kelompok tersebut. Namun demikian, secara garis besar kelompok ini sudah dapat menyatakan visualisasi yang baik.


2.  Kampung Betawi & Batavia
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Dalam video yang ditampilkan kelompok tersebut, ada beberapa aspek antropologi yang diangkat. Mereka menampilkan beberapa aspek antropologi yang terdapat dalam sebuah masyarakat. Kelompok tersebut mengangkat kebudayaan Betawi yang ada di Setu Babakan. Aspek yang diangkat dalam video tersebut adalah aspek bahasa, kesenian,  dan sistem mata pencarian hidup.
       Ketiga aspek tersebut sangat jelas digambarkan di dalam video tersebut. Dalam setiap  aspek yang diangkat, kelompok tersebut cukup memberikan contoh yang jelas sehingga penonton dapat dengan mudah mengerti maksud yang ingin disampaikan. Dalam aspek bahasa, kelompok tersebut mengangkat bahasa betawi yang digunakan oleh sebagian besar penduduk daerah tersebut. Sedangkan dalam aspek kesenian, mereka mengangkat kesenian Ondel-Ondel yang merupakan ciri khas dari kebudayaan Betawi. Dan dalam sistem mata pencarian hidup, pembuat film mengangkat tentang makanan-makanan khas Betawi yaitu kerak telor dan dodol, yang juga merupakan salah satu mata pencarian penduduk daerah tersebut. Makanan tersebut diperjualbelikan oleh para warga kepada para pengunjung. Hasil penjualannya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
2.   Aspek Visual
       Visualisasi dalam video tersebut cukup bagus. Video tersebut telah cukup mengambarkan aspek antropologi. Dalam video tersebut telah ditampilkan kehidupan masyarakat Betawi pada umumnya. Anggota kelompok tersebut pun terlihat masuk ke dalam kebudayaan yang ada dalam Kampung Betawi tersebut. Anggota kelompok tersebut juga dapat memperlihatkan kesenian Ondel-Ondel yang merupaka cirri khas kebudayaan Betawi. Pada penmpilan tersebut sangat terasa adanya aspek antropologi yang diangkat yaitu aspek kesenian.
       Vidio tersebut secara keseluruhan memang sudah bagus, tetapi karena aspek antropologi yang diangkat ada banyak. Ini membuat penjelasan yang diberikan kepada setiap aspek dirasakan kurang. Dalam menjelaskan setiap aspek antopologi terkesan cukup membosankan karena lamanya wawancara yang dilakukan kelompok tersebut. Inilah yang membuat penonton kurang tertarik menonton video tersebut, walaupun pada dasarnya materi yang diangkat kelompok ini sudah bagus.
3.   Kesimpulan
       Vidio yang ditampilkan oleh kelompok ini memberikan banyak sekali pengetahuan kepada penonton. Kelompok ini juga telah dapat menggambarkan aspek antopologi yang mereka angkat, yaitu aspek kesenian, bahasa, dan sistem mata pencarian hidup. Inilah yang membuat setiap aspek dirasakan kurang mendapat penjelasan karena banyaknya aspek yang dibahas dalam video ini. Walaupun demikian, kelompok ini sudah cukup mampu mengupas kebudayaan Betawi yang terdapat di Kampung Betawi di daerah Setu Babakan.


3.  Desa Legokhuni
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Vidio ini membahas aspek sistem kemasyarakatan. Dalam vidio tersebut dibahas bagaimana kehidupan yang terdapat dalam suatu masyarakat Desa Legokhuni. Desa Legokhuni berada di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Legokhuni memiliki filosofi yang sangat unik yaitu, Legok yang berarti turunan dan Huni adalah tanaman yang memilki buah yang rasanya asam. Jadi arti kata Legokhuni secara Universal adalah diturunan (Legok) terdapat tanaman Huni. Hal tersebutlah yang berusaha untuk dijelaskan oleh kelompok ini.
        Desa Legokhuni awalnya merupakan sebuah perkebunan teh. Secara umum digambarkan dalam vidio tersebut, bahwa penggunaan tanah di Desa Logokhuni sebagian besar untuk tanah perkebunan dan pertanian sisanya untuk tanah kering merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Kelompok ini melaui vidio itu berusaha menjelaskan tentang mata pencarian hidup masyarakat Desa Legokhuni. Mata pencarian masyarakat Desa Legokhuni sebagian besar pengusaha Home Industri dan petani. Selain itu masyarakat pun memilki hewan ternak di rumahnya masing-masing. Nilai-nilai sistem masyarakat tersebutlah yang berusaha untuk digambarkan dalamvidio tersebut.
2.   Visualisasi
       Vidio ini sudah cukup bagus dalam mengambarkan tentang kebudayaan yang ada dalam masyarakat Desa Legokhuni. Dalam vidio tersebut ditampilkan bagamana kehidupan sehari-hari masyarakat tersebut. Mereka membahas hampir semua aspek yang ada dalam masyarakat Desa Legokhuni. Vidio telah cukup bisa untuk menggambarkan aspek antropologinya. Kelompok ini terjun langsung dalam keseharian yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Mereka merekam setiap kegiatan yang diakukan oelh masyarakat itu, seperti dari kegiatan pertanian, sarana dan prasarana yang terdapat dalam lingkungan msyarakat itu, dan peralatan-peratan tradisional yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri.
       Tapi, dalam vidio tersebut masih kurang penjelasan yang diberikan. Suara yang diberikan untuk menjelaskan menjadi kurang terdengar, inilah yang membuat penonton kurang mendapat informasi yang cukup. Kelompok ini juga belum membahas secara mendalam mengenai asal usul Desa Legokhuni tersebut. Walaupun demikian, Vidio tersebut telah cukup baik untuk memberikan pengetahuan yang baru.
3.   Kesimpulan
       Vidio tersebut telah cukup bagus, karena para anggota kelompok telah masuk kedalam kehidupan masyarakat Desa Legokhuni. Mereka telah menjelaskan bagaimana kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat Desa Legokhuni. Vidio ini telah berhasil mengambarkan aspek antropologi dalam suatu masyarakat. Dalam vidio ini telah dibahas setiap aspek kehidupan yang terdapat dalam masyarakat Desa Legokhuni. Walaupun penjelasan yang diberikan masih dirasakan kurang, tetapi vidio ini telah cukup memberikan banyak pengetahuan kepada penonton.


4.  Espedisi Bedog Ciwidey
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Dalam video ini aspek yang dibahas adalah peralatan, dan perlengkapan hidup manusia. Bedog atau golok tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu kerja di ladang, namun juga memiliki fungsi simbolis sebagai senjata gengegam raja. Bedog Ciwidey memiliki nilai-nilai sejarah yang sangat kental. Ini dapat dilihat dari bilah, gagang< sarung hias dan fungsi dari Bedog Ciwidey itu sendiri.
       Golok Ciwidey merupakan akumulasi dari nilai-nilai lokal yang menyerap kebudayaan pendatang yang melahirkan cirri yang sangat unik. Setiap bentuk Bedog memilki nilai filosofi yang sangat unik. Inilah yang menjadikan Bedog Ciwidey memilki banyak sekali fungsi sebagai peralatan hidup manusia. Nilai-niali budaya inilah yang digali oleh kelompok ini. Mereka berusaha untuk mengungkapkan setiap nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap bentuk Bedog. Dalam video tersebut ditunjukkan bagaimana peran Bedog di dalam kehidupan manusia baik dalam zaman sejarah maupun zaman sekarang ini. Karena Bedog merupakan peralatan yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, khususnya bagi masyarakat Bandung.
2.   Aspek Visual
       Visualisasi di dalam video ini sudah bagus. Mereka dapat menggambarkan bagaimana nilai-nilai kebudayaan yang terdapat di dalam peralatan yang digunakan oleh penduduk yaitu Bedog. Penjelasan yang diberikan juga telah banyak memberikan banyak pengetahuan kepada penonton. Kelompok ini telah mampu meliput asal usul dari Bedog itu sendiri. Mereka mampu menunjukkan dari awal proses pembuatan bedog itu sampai menjadi Bedog yang siap digunakan. Dalam proses tersebut dijelaskan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bentuk Bedog yang telah dihasilkan.
       Dalam penampilan video tersebut penonton tidak merasa bosan, karena video tersebut terkesan tidak monoton. Pembuat film tersebut mampu membuat dinamika yang membuat penonton untuk memperhatikan video tersebut. Proses Tanya jawab yang dilakukan antara narasumber dengan penanya tidak berbelit-belit. Hal tersebutlah yang membuat penjelasan yang diberikan oleh para narasumber dapat dengan cepat dimengerti oleh para penonton. Para pembuat film pun dapat menciptakan nilai-nilai empati dalam  hati penonton yang digambarkan melalui kehidupan para perajin Bedog Ciwidey tersebut. Para perajin tersebut menggantungkan kehidupan mereka dari Bedog Ciwidey tersebut. Nilai-nilai sosial inilah yang berusaha untuk diciptakan oleh kelompok ini, dengan terjun langsung ke dalam kehidupan para perajin Bedog. Dari hal tersebut, jalas sekali dapat dirasakan nilai-nilai kebudayaan yang berkembang di dalam kehidupan penduduk yang menggantungkan kehidupan mereka dari hasil penjualan Bedog tersebut.
3.   Kesimpulan
     Vidio yang dihasilkan oleh kelompok ini sudah bagus. Mereka dapat menyajikan sebuah karya yang berhasil menampilkan aspek nilai yang terkandung dalam masyarakat Ciwidey yang sebagian besar menggantungkan kehidupan mereka pada Bedog. Dalam video ini mampu menggambarkan aspek antropologi yaitu peralatan dan perlengkapan hidup. Mereka menggambarkan aspek tersebut melalui proses yang terjadi dalam pembuatan Bedog Ciwidey tersebut. Dalam setiap proses tersebut mengandung nilai-nilai kebudayaan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat sekitar. Mereka mampu menjelaskan setiap nilai yang terkandung dalam setiap bentuk Bedog yang dihasilkan.


5.  Pusaka Budaya Yogyakarta Museum Kareta Keraton
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Vidio ini membahas Aspek peralatan dan perlengkapan hidup manusia. Museum Kereta Keraton merupakan sebuah museum yang menyimpan kereta kuda milik Keraton Kesultanan. Dalam Vidio tersebut ingin membuktikan keberadaan alat angkut pada masa pra sejarah di Indonesia. Berdasarkan data yang dikumpulkan diketahuilah bahwa kereta pada umumnya hanya digunakan oleh masyarakat golongan atas yakni raja dan keluarganya dan atau para pejabat penting suatu negara/kerajaan. Dan kehidupan kekeratonanlah yang ingin dibahas oleh kelompok ini. Mereka membahas aspek kehidupan dan kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga Keraton terutama masalah alat transportasi yang digunakan.
       Dalam vidio tersebut juga dijelaskan bahwa penamaan masing-masing kereta kuda dilakukan menurut dengan kepercayaan orang Jawa akan adanya roh atau kekuatan pada setiap benda. Lebih dari itu, penamaan dilakukan karena kereta-kereta tersebut telah banyak berjasa dan telah dianggap sebagai pusaka keraton. Sebagai pusaka keraton, kereta-kereta tersebut mendapat pengormatan berupa upacara Jamasan. Jamasan adalah kegiatan memandikan, memberi “makan” berupa sesaji dan mendoakan semua benda pusaka. Hal inilah yang berusaha diungkapkan oleh kelompok ini dalam vidio tersebut. Mereka membahas mengenai aspek kepercayaan atau religi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Keraton.
2.   Aspek Visual
       Penampilan dalam vidio tersebut dirasakan masih kurang. Dalam vidio tersebut hanya ditampilkan gambar-gambar jenis-jenis Kereta Keraton. Dalam mengambil nilai antropologi kelompok ini dilihat dari tampilannya yang menyebutkan jenis-jenis kereta tersebut. Inilah yang membuat karya yang dihasilkan terlihat sangat monoton. Mereka belum dapat mengali nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan masyarakat di daerah sekitar Keraton yang berhubungan dengan Kereta Keraton tersebut. Kehidupan Kesultanan pun yang menjadi objek dalam peliputan vidio tersebut dirasakan masih belum tersentuh oleh kelompok tersebut.
       Dalam vidio tersebut belum ada nilai antropologinya. Mereka belum dapat menampilkan aspek-aspek kepercayaan yang dimilki oleh masyarakat sekitar terhadap keberadaan kereta tersebut. Kehidupan maupun silsilah kesultanan yang turun temurun menggunakan kereta tersebut belum dapat ditampilkan. Dalam vidio tersebut masih tekstual belum kontekstual, belum ada nilai budaya yang dirasakan oleh penonton. Hla tersebut membuat dialog kebudayaan belum dapat muncul dalam vidio.
3.   Kesimpulan
       Secara keseluruhan vidio ini masih kurang, padahal ide-ide dan aspek antropologi yang ingin dibahas dalam vidio ini sangatlah menarik. Kelompok ini belum dapat menunjukkan nilai-nilai budaya yang terdapat baik dalam keluarga Kesultanan maupun masyarakat sekitarnya. Dalam vidio ini dirasakan terlalu monoton, dengan hanya ditampilkannya gambar-gambar jenis-jenis Kereta Keraton. Penjelasan yang diberikan pun belum dapat ditangkap oleh para penonton. Hal ini dimungkinkan karena keterbatasan dalam peliputan vidio di tempat Museum Kereta Keraton.


6.  Batik Kayu
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Dalam vidio ini yang dibahas adalah aspek kesenian yang terdapat di Daerah Bantul, Yogyakarta. Seni di atas kayu inilah yang ingin lebih didalami oleh kelompok ini. Lazimnya batik ditorehkan di atas kain, namun para pengrajin di Daerah Bantul ini, batik dikembangkan dengan menggunakan media kayu. Hal tersebutlah yang menjadi objek dalam pembuatan film tersebut. Asal usul dari Batik Kayu inilah yang ditampilkan dalam vidio kelompok tersebut.
       Dalam vidio tersebut itu pun disebutkan hasil-hasil dari Batik Tulis tersebut seperti topeng kayu, miniatur binatang, dan pernik hiasan lainnya dihiasi motif-motif batik yang dibuat dengan proses layaknya membatik di atas kain.  Kreativitas warga daerah tersebut dalam kerajinan batik kayu, telah membuat dusun ini dijadikan sebagai desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul. Kehidupan masyarakat daerah tersebutlah yang menjadi pusat perhatian dalam pembuatan film tersebut. Kerajinan Batik Kayu ini menjadi icon sekaligus tulang punggung warga. Sehingga kerajinan dalam Batik Kayu ini mencerminkan kehidupan masyarakat tersebut.
2.    Aspek Visualisasi
       Penampilan dalam vidio ini dirasakan sudah bagus. Kelompok ini telah berhasil menggambarkan aspek antropologi yang mereka angkat yaitu mengenai kesenian. Dalam menggambarkan nilai antropologi dilihat dari tampilan dalam vidio ini yang menjelaskan secara jelas sejarah dari Batik Kayu itu sendiri. Mereka juga menampilkan bagaimana proses pembuatan Batik Kayu ini.
       Namun dalam memberikan penjelasan, kelompok ini terlalu banyak wawancara yang dilakukan. Hal tersebutlah yang membuat vidio ini terkesan agak membosankan. Walaupun demikian, mereka mampu menjelaskan dengan rinci mengenai Batik Kayu itu sendiri kepada penonton. Vidio ini telah mengandung nilai antropologi di dalamnya. Ini dinyatakan dengan dialog-dialog  budaya yang dilakukan dengan masyarakat sekitar yang berada dekat dengan pembuatan kerajinan Batu Kayu ini.
3.    Kesimpulan
       Karya ini telah menggambarkan bagaimana aspek antropologi yaitu aspek kesenian yang terdapat di dalam kesenian Batik Kayu itu ditampilkan. Dalam vidio tersebut telah terdapat nilai-nilai kebudayaan yang sedang berkembang dalam masyarakat tersebut. Masyarakat yang menjadikan Batik Kayu ini sebagai tulang penggung perekonomian masyarakat tersebut. Selain tiu Batik Kayu ini telah menjadi icon daerah Bantul. Dalam vidio tersebut juga dijelaskan secara rinci bagaimana asal usul dari Batik Kayu ini. Hal tersebutlah yang membuat vidio ini telah memenuhi nilai antropologi itu sendiri.


7.  Kebudayaan dari Subang (Sisingaan)
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Vidio ini membahas tentang Sisingaan  yaitu suatu jenis kesenian tradisional atau seni yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk heleran. Aspek kesenianlah yang ingin ditampilkan dalam karya ini. Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acara khusus seperti: menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan hari-hari besar lainnya. Didalam seni sisingaan terdapat unsur-unsur seperti: seni tari, olah raga (Pencak Silat dan Jaipongan), seni karawitan, seni sastra dan seni busana. Semua unsur tersebut berpadu dan bersinergi membentuk suatu tari dan lagu dan acapkali ditambah dengan gerak akrobat yang membentuk formasi seperti standen. Berbagai aspek kesenian tersebutlah yang ditampilkan dalam karya tersebut.
       Dalam vidio tersebut dijelaskan tentang sejarah Sisingaan, pelopor Sisingaan, dan kapan Sisingaan ditampilkan.  Karya ini menjelaskan tentang asal usul nama Sisingaan itu sendiri. Secara etimologis, Sisingaan berasal dari kata singa yaitu sutu bentuk usungan yang mirip badan singa. Singa dijadikan lambangnya karena hewan singa melambangkan keperkasaan, keberanian, dan kekuatan. Nilai-nilai tersebutlah yang ingin ditampilkan dalam setiap pertunjukkan Sisingaan.
2.   Aspek Visualisasi
       Karya yang dihasilkan oleh kelompok ini telah bagus. Mereka telah berhasil menggambarkan aspek antropologi yaitu kesenian yang terdapat dalam setiap pertunjukkan Sisingaan. Dalam mengambil nilai antropologi dilihat dari tampilan yang menyajikan penampilan Sisingaan itu, juga dari sejarah yang dijelaskan oleh kelompok ini dalam vidio tersebut. Dalam vidio ini dijelaskan dengan rinci tentang sejarah dan asal usul pertunjukkan Sisingaan tersebut.
       Kelompok ini terjun langsung kedalam kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Mereka mampu menampilkan festival Sisingaan tersebut dan mereka ikut bergabung langsung dalam pertunjukkan kesenian tersebut. Dalam pertunjukkan yang diliput oleh kelompok ini, dapat dirasakan susana pertunjukkan Sisinggan yang sesungguhnya. Para masyarakat secara nyata dapat terlihat antusiasnya dalam pertunjukkan tersebut. Dalam vidio ini dengan jelas terjadi dialog kebudayaan antara anggota kelompok tersebut dengan para masyarakat. Hal ini disebabkan karena mereka benar-benar terlihat ikut berpastisipasi dalam pertunjukkan Sisingaan tersebut. Mereka mampu berbaur dengan masyarakat sekitar yang juga menonton pertunjukkan kesenian tersebut. Mereka juga mampu menghadirkan nilai-nilai budaya dalam vidio yang mereka tampilkan ini.
3.   Kesimpulan
       Secara garis besar, hasil karya yang ditampilkan oleh kelompok initelah bagus. Mereka telah berhasil membahas aspek antropologi yang mereka tampilkan. Hasil karya ini telah menunjukkan sebuah nilai antropologi yang berkembang di daerah Subang yaitu kesenian Sisingaan. Karya ini juga telah memberikan penjelasan yang dapat mudah dimengerti oleh setiap penonton. Kelompok ini juga berhasil ikut berbaur dengan masyarakat sekitar dimana kesenia Sisingaan ini dipertunjukkan.


8.  Kampung Adat Cikondang
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Kelompok ini membahas aspek organisasi kemasyarakatan yang berkembang di Kampung Adat Cikondang. Secara turu temurun, masyarakat kampung Cikondang masih teguh memegang adat istiadat leluhur. Sistem kebudayaan yang demikian yang dubahas dalam vidio ini. Nilai-nilai tradisi yang masih melekat dan masih dipertahankan oleh penduduk Jkampung Cikondanglah yang memilki daya tarik dalam vidio yang dibuat oleh kelompok tersebut. Beberapa bangunan  adat yang masih berdiri di desa ini merupakan suatu bukti bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal yang masih tetap terus di pertahankan dan hal tersebutb patut ditarik hikmahnya.
       Kehidupan warga kampung Cikondang memilki kepercayaan kepada Hutan Keramat yang terletak di dibahas dalam  vidio tersebut. Hal ini membuktikan bahwa di zaman yang seperti ini, masih ada masyarakat yang memilki kepercayaan yang seperti itu. Masyarakat tersebut masih mempercayai adanya larangan dan pantangan yang secara turun temurun dilakukan dalam lingkungan hutan keramat atau hutan larangan tersebut. Kampung  Adat Cikondang pun memilki satu keunikan yang terdapat dalam masyarakatnya yaitu kompeks rumah adat atau rumah keramat yang mencerminkan kehidupan bersahaja masyarakatnya. Kebudayaan-kebudayaan masyarakat tersebutlah yang menjadi objek yang dibahas dalam vidio yang ditampilkan oleh kelompok tersebut.
2.   Aspek Visualisasi
       Hasil karya yang ditampilkan oleh kelompok ini masih kurang. Mereka belum dapat menggambarkan bagaimana aspek antropologi yang berkembang di masyarakat tersebut dengan baik. Hasil vidio yang ditanyangkan pun sepertinya belum diperbaiki, masih dalam keadaan mentah. Kelompok ini belum menampilkan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam Kampung Adat Cikondang. Dialog budaya pun sama sekali tidak terlihat dalam vidio yang ditampilkan oleh kelompok tersebut. Mereka belum masuk ke dalam kehidupan masyarakat sekitar tersebut.
       Penjelasan yang diberikan pun tidak jelas. Hal tersebut membuat penonton menjadi bingung dengan aspek yang dibahas oleh kelompok ini. Gambar-gambar yang dihasilkan masih dalam keadaan yang tidak rapih. Pembukaan yang ditampilkan dalam vidio ini masih terlalu panjang. Penonton belum tidak dapat mengerti tentang karya yang ditampilkan oleh kelompok ini. Kelompok ini belum dapat mengungkapkan nilai-nilsi budaya yang terdapat di dalam kehidupat masyarakat daerah tersebut.
3.   Kesimpulan
       Karya yang dihasilkan oleh kelompok ini masih kurang. Vidio ini belum dapat menggambarkan aspek antropologi. Penjelasan yang diberikan juga dirasakan masih kurang, sehingga penonton kurang mengerti tentang aspek yang dibahas oleh kelompok ini. Kelompok ini belum dapat masuk ke dalam  kehidupan masyarakat Adat Cikondang. Vidio ini masih belum selesai untuk dirapihkan, masih mentah karena waktu dalam penampilannya saja melampaui satu jam. Mereka belum selesai untuk merevisi vidio tersebut.


9.  Pabrik Gong Pancasan Bogor
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Kelompok ini membahas aspek kesenian yaitu seni musik. Pabrik Gong Pancasan Bogor ini merupakan salah satu pabrik yang tertua dan cara pembuatannya masih menggunakan cara tradisional. Hal ini tersebutlah yang dibahas oleh kelompok ini, yaitu proses pembuatan gong yang masih sederhana. Setiap proses yang dikerjakan oleh para perajin gong tersebut mempunyai nilai-nilai budaya yang sangat kental. Setiap gong yang dibuat dalam berbagai jenis dan ukuran yang berbeda-beda. Hanya ada satu orang yang mampu untuk menyelaraskan bunyi dari sebuah gong. Hal ini disebabkan tidak adanya penerus yang memiliki kemampuan tersebut.
       Vidio tersebut pun menjelaskan sejarah berdirinya pabrik tersebut mulai dari zaman kolonial. Pabrik Gong tersebut merupakan salat satu pabrik tua yang telah berdiri sekitar 200 tahun. Kesenian yang dihasilkan oleh alat musik gong tersebut juga sangat diminati oleh para turis. Vidio ini membahas bagaimana eksistensi sebuah pabrik dan nilai-nilai kesenian yang dimiki oleh pabrik Gong tersebut agar tetap bertahan selama itu.
2.   Aspek Visualisasi
       Karya kelompok ini sudah bagus dalam menampilkan vidionya. Mereka telah menggambarkan aspek kesenian yang dimiliki dalam alat musik Gong tersebut. Di dalam vidio itu pun mereka telah menunjukkan dialog-dialog budaya. Mereka berinteraksi dengan baik dengan para pekerja Gong tersebut. Vidio tersebut telah memberikan penjelasan yang sangat baik, sehingga penonton dapat dengan mudah mengerti bagaimana budaya yang terkandung di dalam vidio tersebut.
       Vidio yang ditampilkan telah berhasil menggambarkan aspek antropologi yaitu aspek kesenian yang terdapat pada alat musik Gong. Kelompok ini juga telah melakukan wawancara yang secara tidak langsung menjelaskan tentang sejarah terbentuknya pabrik tersebut, kegiatan, serta eksistensi bertahannya pabrik tersebut. Dalam hal ini berarti mereka telah terjun langsung melakukan interaksi dengan masyarakat di daerah tersebut khususnya kepada pekerja Gong tersebut. Mereka telah banyak melakukan dialog budaya dengan masyarakat daerah itu. Dengan demikan kelompok ini telah mampu mengambil nilai antropologi tersebut. Vidio ini telah mengandung nilai antropologi.
3.   Kesimpulan
        Karya ini telah menampilkan hasil yang sudah bagus. Dalam vidio tersebut telah mengandung nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat tersebut terutama pada para pekerja Gong tersebut. Dalam vidio ini sudah ada nilai antropologinya. Dalam mengambil nilai antropologi dalam karya ini dilihat dari tampilan wawancara yang dialkukan oleh kelompok ini kepada para pekerja Gong tersebut. Mereka melakukan interaksi dengan orang-orang yang berhubungan langsung dengan kesenian Gong. Mereka juga meliput bagaimana proses pembuatan Gong dari awal yang ditampilkan secara jelas dari tahap demi tahap. Hal tersebut sangat bermanfaat kepada para penonton. Sehingga dengan demikian dapat dengan mudah mengerti kebudayaan yang dibahas.


10.  Kebudayaan Sunda (Saung Angklung Udjo)
1.   Aspek Antropologi yang Dibahas
       Kelompok ini membahas aspek kesenian yang terdapat pada kebudayaan Sunda khususnya yang berkembang di Saung Angklung Udjo. Saung Angklung Udjo adalah suatu tempat pengembangan kebudayaan, yang merupakan tempat tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan pengembangan instrumen musik dari bambu. Selain itu juga merupakan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung. Inilah yang dibahas dalam vidio kelompok ini. Mereka menjelaskan tentang suatu masyarakat melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda.
       Kesenian Sunda tersebut dilestarikan dengan mengadakan pertunjukkan-pertunjukkan baik yang diadakan di lokasi Saung Angklung Udjo maupun yang diadakan di luar lokasi tersebut. Pertunjukkan kesenian tersebut berusaha untuk memperkenalkan kesenian tersebut kepada generasi muda. Dalam vidio tersebut juga dijelaskan tentang kebudayaan lain yang dimilki oleh daerah Sunda seperti, makanan-makanan khas Sunda, tempat-tempat bersejarah, adan tarian Sunda. Semua itu dibahas dalam vidio yang ditampilkan oleh kelompok ini.
2.   Aspek Visualisasi
       Vidio ini sudah cukup bagus menampilkan tentang kebudayaan Sunda. Dalam vidionya ditampilkan berbagai macam kesenian yang dimilki oleh daerah Sundah. Mereka telah mempertunjukkan penampilan-penampilan yang dilakukan di Saung Angklung Udjo. Mereka mengambil nilai antropologi dilihat dari tampilan yang mempertunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap kesenian tersebut.
       Pada dasarnya vidio ini telah memiliki nilai antropologi dalam setiap penampilannya. Namun, penjelasan yang diberikan masih dirasakan kurang. Kelompok ini belum banyak memeberikan informasi. Mereka juga belum masuk ke dalam kesenian yang dibahas. Kelompok ini belum ikut serta dalam kebudayaan yang ditampilkan. Mereka masih berada di luar lingkungan kebudayaan tersebut.
3.   Kesimpulan
       Vidio ini memeilki ide yang cukup bagus. Mereka membahas tantang kebudayaan yang dimilki oleh daerah Sunda. Mereka berusaha menggali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pertunjukkan. Akan tetapi, penjelasan yang diberikan oleh kelompok ini kepada penonton dirasakan masih sangat kurang. Mereka belum membahas aspek tersebut secara mendalam. Hal tersebutlah yang membuat para penonton tidak dapat mengerti nilai-nilai kebudayaan yang dibahas oleh kelompok ini.

Search